Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal terhadap Status Gizi Balita Stunting di Desa Wonosari Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2025
The Effect of Local Supplementary Feeding on the Nutritional Status of Stunted Toddlers at the Wonosari Village of Gadingrejo Sub-District in Pringsewu Regency 2025
Keywords:
Nutritional status, stunting, supplementary feeding (PMT).Abstract
Stunting is one of the global nutritional challenges and problems currently faced by communities worldwide. The impact of stunting is not limited to short stature but also includes impaired intellectual, cognitive, and motor development and may even reduce productivity, leading to economic losses in the future. The World Health Assembly has set an ambitious target to reduce the global prevalence of stunting by 40% by 2025. This research objective is to determine the effect of local supplementary feeding on the nutritional status of stunted toddlers in Wonosari Village, Gadingrejo Sub-district, Pringsewu Regency, in 2025. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental research design. The study population consisted of 10 stunted toddlers, selected using a total sampling technique. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test to determine the effect of local PMT on the nutritional status of stunted toddlers. The research was conducted in the working area of Wonosari Village, Gadingrejo Sub-district, from September to October 2025. The results showed that the mean z-score of toddlers before the provision of PMT was −2.5530, and after the intervention, it became −2.0960. The Wilcoxon Signed-Rank Test yielded a p-value of 0.415 (p > 0.05), indicating that there was no statistically significant difference in z-scores before and after the provision of local PMT. Nevertheless, the toddlers’ body weight still increased during the intervention period. It is expected that parents will continue to provide balanced, nutritious foods and routinely monitor their children’s growth to achieve optimal improvements in nutritional status.
Downloads
References
Ahmad Adil, yunita liana, Rini mayasari, annastasia sintia lamonge, rida ristiyana, fahmi rinanda saputri, irma jayatmi, eka budi satria, angga aditya permana,. (2023). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif : teori dan praktik.
Alwi, R (2023). Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Dan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kelurahan Batunadua Jae Kota Padang Sidempuan. doi: https://repository.uin-suska.ac.id/73645/2/SKRIPSI%20LENGKAP%20%20%20KECUALI%20BAB%20IV.pdf
Amalia, I. D., Lubis, D. P. U., & Khoeriyah, S. M. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Relationship Between Mother’S Knowledge on Nutrition and the Prevalence of Stunting on Toddler. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 12(2), 146–154. doi:SKRIPSI AMALIA PENGETAHUAN.pdf
Anggreni, D. (2022). Buku ajar metodologi penelitian kesehatan.
Annisa, P.A (2024). Perbedaan Status Gizi Sebelum Dan Sesudah Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Lokal Pada Balita Stunting Di Desa Kalijambe Dan Desa Tanjung Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang.
Azzahro, F. (2024). Hubungan Status Gizi Ibu saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Bayi Usia 0–12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandon Kabupaten Kendal. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Baiturrohman, U. (2024). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6 – 23 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kebumen Iii. Doi: https://repository.unimugo.ac.id/3640/1/UDKHULUL%20BAITURROHMAN%20%20NIM%20202302234_compressed.pdf
Cindy Febriyeni., D. M., Anita Lontaan., M. M., Dwi Suprapti., I. M., Dewi., Siti Asiyah., N., Wayan Rahayu Ningtyas., & lisabeth Machdalena F., Lalita, A., Yugistyowati., Wijinindyah., Iyam Manueke., Abd. Farid Lewa., Rukmini Syahleman. (2023). Stunting. In The International Encyclopedia of Biological Anthropology. https://doi.org/10.1002/9781118584538.ieba0223.
Fatmawati, 2024. HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI KELURAHAN JAYA BAKTI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SAMPOLAWA KAB. BUTON SELATAN. doi:https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/34749/2/P102212027_tesis_02-05-2024%201-2.pdf
Febrianti, A. U. (2023). Analisis Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0-59 Bulan Di Desa Maggenrang Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. UIN Alauddin Makassar.
Fitriany, D.I. (2023). Efektifitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal Dalam Penanggulangan Stunting di Desa Nglarangan Kanor Bojonegoro.
Kementrian Kesehatan RI. (2022). Pusat Data dan Informasi Kemenkes 2022. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Doi:file:///C:/Users/ASUS/Downloads/170009660765556a5fd08ea8.07048432.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Doi: https://kemkes.go.id/id/rilis-kesehatan/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Panduan Hari Gizi Nasional ke 64 Tahun 2024.. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Doi: https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hpk-kunci-cegah-stunting
Kusuma, F. W. (2024). Hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Guntur II Kabupaten Demak. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Lampung Corner. (2024). Penurunan Stunting Kabupaten Pringsewu Capai 15 % dari Target 10,91 %. Pringsewu: Lampungcorner.com. doi: https://lampungcorner.com/penurunan-stunting-kabupaten-pringsewu-capai-15-dari-target-1091/
Latifah, I. (2024). Status gizi sebagai faktor resiko kejadin Stunting pada anak usia 2-5 Tahun dipuskesmas genuk kota semarang. Doi:https://repository.unissula.ac.id/34582/1/Kedokteran%20Umum_30102000088_fullpdf.pdf
Nabila, P. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Pandan Tahun 2022.
Hatijar, Saleh, I. S., & Yanti, L. C. (2020). Buku Nenobahan, C. (2023). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Oesapa. HAL.21-22. Doi:http://repository.poltekeskupang.ac.id/4782/1/CALISTA%20NENOBAHAN-SKRIPSI.pdf
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2020. Standar Antropometri Anak.
Pramudyani, A. V. R., Putri, D. R., Tiara, I. N., Herpiko, M., Udin, M. A. I., Mufida, I., Fatiah, Z., Wahyunata, M. ’Agil, & Tiara. (2023). Panduan stunting : Penyebab dan Pengaruhnya dalam Perkembangan Serta Fisik Anak. Kesehatan.
Prawirohartono, E. P. (2024). Memahami Penelitian Epidemiologi Klinis Secara Mudah: Membuat Proposal Penelitian, Jenis Penelitian, dan Rancang Bangun Pengumpulan Data. Yogyakarta: UGM Press. ISBN 978 62 33590 94 5. Doi:https://books.google.co.id/books?id=0BTtEAAAQBAJ&pg=PA85&hl=id&source=gbs_selected_pages&cad=1#v=onepage&q&f=false
Pusporini, Pangestuti, & Rahfiludin. (2021). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Praktik ASI Eksklusif di Daerah Pertanian Kabupaten Semarang (Studi Pada Ibu Yang Memiliki Bayi Usia 0-6 Bulan). Media Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Puskesmas Gadingrejo. (2023). Laporan Rekapitulasi e-PPGBM: Data Stunting Tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Gadingrejo. Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Stunting dan Upaya Pencegahannya. In Buku stunting dan upaya pencegahannya.
Ratih, R., Kartinawati, K. T., Darwata, I. W., & Yanti, N. K. R. R. (2022). Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia 2-5 tahun di Puskesmas Ubud 1 Gianyar. E-Journal AMJ (Aesculapius Medical Journal), 2(1), 26–34.
Umami, R. (2025). Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Stunting di Puskesmas Bangetayu.
Septiani, A. (2022). Hubungan pemberian asi ekslusif dengan kejadian stunting. doi:https://repository.unissula.ac.id/32356/2/30101900022_fullpdf.pdf
Septikasari, M. (2021). Status Gizi Anak dan Faktor yang Mempengaruhi. Uny Press.
Sugiyono (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cetakan terbaru). Bandung: Alfabeta.
Suryati, B. (2023). Hubungan Pola Asuh Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bontonompo Ii Kabupaten Gowa. doi:https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/29999/2/K021191042_skripsi_13-10-2023%20bab%201-2.pdf
Syarif, S. N. (2022). Hubungan Faktor Ibu dengan Kejadian Stunting Balita Usia 0–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi Kassi Kecamatan Rappocini Tahun 2021. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Doi: https://repositori.uin-alauddin.ac.id/20443/1/Siti%20Noerfaridha%20Syarif_70600118030.pdf
Utami, W. (2024) . Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Bukoposo Kabupaten Mesuji Tahun 2024.
Verdiana, A.( 2024). Hubungan pola asuh orangtua dengan kejadian stunting pada balita. Doi:https://repository.unissula.ac.id/34213/2/30902000042_fullpdf.pdf
World Health Organization. http://www.who.int/en/. (2024). World 7(1), Health 22–29. Organization. doi: https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/260202/9789241513647-eng.pdf
Yuningsih. (2022). Hubungan Status Gizi dengan Stunting pada Balita. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 9 (2), 102-109.
Yurenda, A. (2024). 1000 HPK Kunci Cegah Stunting. Ayo Sehat – Kementerian Kesehatan RI. Doi: https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hpk-kunci-cegah-stunting
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Eria Afriany, Anissa Syafitri Almufaridin , Septika Yani Veronika , Sukarni Sukarni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





